Vihara Budhagaya Avalokiteswara

Yeeeee jalan-jalan lagišŸ˜€ kali ini aku jalan-jalan di Vihara Budhagaya Avalokiteswara atau kadang sama penduduk setempat di sebut Vihara Watu Gong ^^ Tau ga kenapa disebut Vihara Watu Gong???? Mau tau??? Ehm… kasih tau ga yašŸ˜€ kasih tau ga ya wkwkwkwkwk oke oke aku kasih tau dech ^^ yuphz….. di namai Vihara Watu Gong coz di daerah itu ditemuin yang sebuah batu (bahasa jawa: watu) yang bentuk na mirip gong. Nah mulai dari situlah disebut Vihara Watu Gong.

Setelah memasuki pintu masuk, kita bisa leat sebuah pohon yang gedhe banget ā€˜Oā€™ ini nich pohon na ^^

Pohon ini nama na pohon Bodhi. Yang dalam bahasa sansekerta diartikan pohon kebijaksanaan. Tau kan kalo Sidharta mendapat wahyunya di bawah pohon ini. So…ini pohon yang sangat diagungkan bagi penganut agama Budha ^^ oh ya… pohon ini didatangkan langsung dari India lho, keren kan!!! Yang bawa nich bibit poho dari India tu nama na Pendeta Bhante Naradha Mahathera yang berasal dari Srilanka. Dan uniknya pendeta itu bawa 2 bibit, yang 1 ada di vihara ini dan yang 1 lagi ada di Candi Borobudur. Tapi sayang na yang di CandiĀ  Borobudur itu uda ga ada T___T uda ditebang gitu… kasian ya. Oh ya aku sempet ambil gambar daun dari Pohon Bodhi ini lho ^^

Nah… kalo terus berjalan melewati Pohon Bodhi ini kita bisa leat langsung Pagoda našŸ˜€ jeng jeng jeng jeng….

Nah… perhatiin dech baik-baik bangunan itu, yuphz…. ada 7 tingkat kan ^^ 7 tingkat ini berarti kalo pertapa ingin mencapai kesempurnaan, maka dia harus melewati 7 tahapan. Dari tingkat 2 sampai tigkat 6 terdapat patung Dewi Kwan Im yang menghadap empat penjuru mata angin. Seperti yang kita tahu, Dewi Kwan Im kan dewi welas asih, jadi diharapkan welas asih na ini diharapkan dapat memancar ke empat penjuru mata angin (wah… filosofis banget ya :o)

Sebenar na di tingkat 1 juga terdapat 4 patung Dewi Kwan Im dan 1 patung Dharmapala. 4 patung Dewi Kwan Im ini juga ada 4 versišŸ˜€ Patung pertama itu patung Dewi Kwan Im memegang bunga persik. Bunga persik ini melambangkan kesejahteraan. Jadi kalo kita berdoa di depan patung ini maka keluarga kita akan sejahtera dan bahagia ^^ patung yang kedua itu patung Dewi Kwan Im sedang memegang bayi laki-laki, filosofi na bagi mereka yang pengen punya anak laki-laki so bisa berdoa di depan patung yang ini dechšŸ˜® sugoiiiiiiii kan nich gambar na

Nah… patung yang ketiga ini patung Dharmapala. Kenapa patung Dharmapala????? Patung ini merupakan patung prajurit yang bertugas untuk menjaga Dewi Kwan Im ^^ patung keempat ini patung Dewi Kwan Im lagiĀ  megang bayi perempuan. Filosofi na hampir sama kayak patung Dewi Kwan Im yang lagi megang bayi laki-laki. Yuphz, bagi mereka yang pengen punya anak perempuan so… berdoalah di depan patung inišŸ˜€ Nah… patung terakhir ini patung Dewi Kwan Im yang megang Daun Kana dan Buah Persik. Daun Kana ini melambangkan panjang umur sedangkan Buah Persik ini melambangkan kekayaan. So…. bagi kalian yang percaya berdoa ajašŸ˜€ bagi yang percaya lho ehehehehe danĀ Pada tingkat ketujuh terdapatĀ patung Amitaba, yakni guru besar para dewa dan manusia. Dibagian puncak pagoda terdapat stupa untuk menyimpan relik (butir-butir mutiara) yang keluar dari Sang Buddha.Ā Oh ya ternyata Pagoda Watu Gong itu ditetapkan sebagai pagoda tertinggi di Indonesia oleh MURI lho dengan tinggi yang mencapai 45 meter (wah… kalo jatoh dari ketinggian itu luka na kayak apa ya :D)

Setelah keluar dari area pagoda ini kita baik na berjalan ke arah timur… nah di sini bisa kita leat patung Budha Tidur yang berada di antara Pohon Sala. Hal ini mengartikan kalo Sidarta lahir dan meninggal di bawah pohon ini ^^ nah tour selanjut na kita terus berjalan dan berjalan…. dan kita bisa leat dech Gedung Dhammasala. Gedung ini ada dua lantai. Lantai pertama biasa dipakai untuk pertemuan, rapat, seminar, dll. Sedangkan di lantai kedua digunakan sebagai tempat berdoa dan tempat upacara pada hari besar umat Budha tentu na.

Di lantai yang kedua ini disebut sebagaiĀ ruang puja. Yuphz karena tadi dipakai sebagai tempat pemujaan ^^ di dalam na terdapat Patung Budha Rupam yang merupakan duplikat dari Patung Budha Rupam di Candi Mendut. Posisi Patung Budha Rupam ini sedang ber”mudra” yang arti na “memutar roda dhamma atau roda kehidupan”

Nah di dinding sekitar Gedung Dhammasala yang lantai dua ini terdapat relief di dinding yang menggambarkan tentang kehidupan manusia dari lahir sampai meninggal. Ukiran ini di sebutĀ paticasamupada. Sedangkan di bagian depan dekat pintu masuk, di lantai na kita bisa melihat relief gambar ayam, ular, dan babi. Gambar-gambar ini melambangkan keserakahan, kebencian, dan kemalasan. Saat kita mau memasuki Ruang Puja, diharapkan kita menginjak relief ini supaya kita bisa terhindar dari tiga hal buruk tadišŸ˜€

Semuanya bagian dalam komplek Vihara ditata dengan rapi dipadukan dengan keasrian lingkungannya serta ditambah dengan keindahanĀ arsitektur TiongkokĀ menjadikan tempat ini relatif menyenangkan untuk berziarah serta beribadah maupun sekedar mampir untuk istirahat melepas lelah karena dalam perjalanan.

so… uda leat kan jalan-jalan ku kali ini. Sebenar na ini bukan jalan-jalan biasa ^^ jalan-jalan ini juga termasuk salah satu tugas dari mata kuliah yang aku ambil. So bisa sekalian refreshing kanšŸ˜€ itu lah enak na di jurusan Sejarah. Yuhpzzzz Historia Vitae Magistra ^O^/

Ā Ā 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s